Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari resmi menyelesaikan pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Program Studi Kesehatan yang megah dan berstandar internasional. Proyek konstruksi senilai Rp 12 miliar ini diresmikan pada Rabu, 9 April 2026, melalui acara peresmian yang dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, pejabat pemerintah daerah, dewan pengawas, dan ratusan civitas akademika dari berbagai program studi.
Gedung berlantai lima dengan luas total 8.500 meter persegi ini menjadi peningkatan signifikan bagi infrastruktur akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, terutama dalam mendukung keunggulan Program Studi Kesehatan yang telah diakui secara nasional. Fasilitas baru ini dilengkapi dengan 15 laboratorium spesialistik, ruang kelas modern berwawasan digital, perpustakaan digital kesehatan, dan fasilitas penelitian yang canggih.
“Hari ini adalah momentum bersejarah bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dan khususnya Program Studi Kesehatan kami. Pembangunan gedung laboratorium ini bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, tetapi merupakan komitmen nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di kawasan Sulawesi Tenggara,” ujar Prof. Dr. H. Muhammad Ridha Dahlan, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya di depan ratusan peserta acara peresmian di lapangan utama kampus.
Latar Belakang Pembangunan
Keputusan untuk membangun gedung laboratorium terpadu ini datang setelah Universitas Muhammadiyah Kendari mengidentifikasi kebutuhan mendesak akan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan kesehatan. Program Studi Kesehatan, yang mencakup Prodi Keperawatan, Prodi Kesehatan Masyarakat, dan Prodi Gizi, telah menunjukkan peningkatan jumlah mahasiswa sebesar 45 persen dalam tiga tahun terakhir.
“Sebelum adanya gedung laboratorium ini, kami menggunakan tiga lokasi berbeda untuk kegiatan praktikum mahasiswa. Hal ini tentu sangat merepotkan dan mengurangi efisiensi pembelajaran. Kami berterima kasih kepada pimpinan universitas yang telah mempertimbangkan prioritas ini,” ungkap Dr. Hendri Wijaya, S.Kep., M.Kes., Kepala Program Studi Keperawatan, saat diwawancarai tim redaksi pada Kamis, 10 April 2026.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Rektorat, fasilitas laboratorium sebelumnya yang tersebar di beberapa gedung menunjukkan tingkat utilisasi hanya 60 persen. Kurangnya ruang dan peralatan yang standar internasional juga menjadi hambatan bagi mahasiswa dalam mengikuti kegiatan praktikum yang optimal, sehingga mempengaruhi capaian pembelajaran dan kompetensi lulusan.
Proses perencanaan pembangunan gedung laboratorium ini dimulai sejak tahun 2023, dengan melibatkan berbagai stakeholder internal dan eksternal. Tim arsitektur dan engineering dari Universitas Muhammadiyah Kendari bekerja sama dengan konsultan independen dari Jakarta untuk memastikan bahwa desain fasilitas memenuhi standar kesehatan internasional dan ramah lingkungan.
Spesifikasi dan Fasilitas Unggulan
Gedung Laboratorium Terpadu Program Studi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari didesain dengan konsep smart building yang terintegrasi. Setiap lantai memiliki fungsi spesifik yang dirancang untuk mendukung pembelajaran komprehensif di bidang kesehatan.
Lantai pertama difungsikan sebagai pusat layanan mahasiswa dan administrasi, dilengkapi dengan ruang informasi, tempat loker mahasiswa, dan kafetaria. Lantai kedua menampung empat laboratorium utama: Laboratorium Keperawatan Dasar, Laboratorium Simulasi Pasien (dengan 12 manikin pasien canggih), Laboratorium Kesehatan Lingkungan, dan Laboratorium Analisis Gizi. Setiap laboratorium dilengkapi dengan peralatan standar internasional dan sistem ventilasi yang canggih.
Lantai ketiga menjadi kawasan Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Laboratorium Epidemiologi, Laboratorium Biostatistik, dan Laboratorium Kesehatan Kerja. Fasilitas di lantai ini dilengkapi dengan komputer berperforma tinggi dan software analisis data kesehatan terkini yang umum digunakan di institusi kesehatan profesional.
“Kami telah menginvestasikan dana cukup besar untuk memastikan setiap laboratorium dilengkapi dengan peralatan terbaik. Investasi ini mencerminkan visi kami untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” jelas Dr. Eka Susanti, M.B.A., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Universitas Muhammadiyah Kendari.
Lantai keempat dialokasikan untuk fasilitas penelitian dan pengembangan ilmu kesehatan. Di sini terdapat Laboratorium Penelitian Kesehatan, Laboratorium Mikrobiologi, dan Laboratorium Parasitologi yang dilengkapi dengan peralatan penelitian modern termasuk DNA sequencer, spectrophotometer, dan inkubator otomatis. Ruang kerja peneliti di lantai ini juga didesain dengan prinsip ergonomis untuk meningkatkan produktivitas peneliti dan mahasiswa pascasarjana.
Lantai kelima, sebagai level teratas, dikhususkan untuk ruang pertemuan akademik, pusat pembelajaran digital, perpustakaan kesehatan, dan fasilitas pengembangan kurikulum. Perpustakaan digital ini dilengkapi dengan 150 workstation dan akses online ke lebih dari 5.000 jurnal kesehatan internasional, menjadikannya sumber daya informasi terdepan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Secara keseluruhan, investasi infrastruktur ini mencakup 850 unit peralatan laboratorium baru, 200 unit furniture ergonomis, sistem jaringan internet kecepatan tinggi dengan kapasitas 1 Gbps, sistem keamanan berlapis dengan CCTV dan akses card digital, serta sistem manajemen energi terbarukan dengan panel surya kapasitas 50 kilowatt peak.
Dampak terhadap Kualitas Pendidikan
Penyelesaian gedung laboratorium ini diprediksi akan membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan Program Studi Kesehatan. Direktur Program Studi Gizi, Dr. Siti Nurhaliza, M.Kes., mengungkapkan optimismenya terhadap peluang yang terbuka.
“Dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan terintegrasi, kami dapat mengoptimalkan sistem pembelajaran blok yang kami terapkan. Mahasiswa sekarang dapat melakukan praktikum di satu lokasi tanpa harus berpindah-pindah, sehingga waktu pembelajaran dapat dimanfaatkan lebih efisien. Kami juga berencana meningkatkan jumlah jam praktikum untuk mahasiswa,” terangnya dalam diskusi dengan media pada hari peresmian.
Penelitian yang dilakukan oleh tim riset pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari tahun 2025 menunjukkan bahwa 78 persen mahasiswa Program Studi Kesehatan mengeluh mengenai keterbatasan fasilitas praktikum. Dengan kehadiran gedung baru ini, diharapkan tingkat kepuasan mahasiswa dapat meningkat drastis, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan prestasi akademik dan kompetensi lulusan.
Tidak hanya itu, kehadiran fasilitas penelitian yang modern juga diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas penelitian dosen dan mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Kendari menargetkan peningkatan jumlah publikasi ilmiah dosen Program Studi Kesehatan dari rata-rata 2,3 artikel per dosen per tahun menjadi minimal 3,5 artikel per tahun dalam waktu dua tahun ke depan.
“Kami juga berkomitmen untuk membuka penelitian kolaboratif dengan institusi kesehatan lain, baik di tingkat nasional maupun internasional. Fasilitas ini akan menjadi hub penelitian kesehatan di kawasan timur Indonesia,” tambah Prof. Dr. Hamzah Manaf, M.Sc., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari.
Kontribusi terhadap Pembangunan Kesehatan Regional
Pemimpin lokal juga memberikan apresiasi atas komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan pendidikan kesehatan. Wakil Wali Kota Kendari, Drs. Muhammad Riswanto, M.H., dalam pidatonya menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan kesehatan akan berkontribusi signifikan terhadap pembangunan sumber daya manusia kesehatan di Sulawesi Tenggara.
“Pembangunan infrastruktur kesehatan fisik saja tidak cukup tanpa didukung oleh ketersediaan tenaga kesehatan yang berkualitas tinggi. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui program-programnya, telah menghasilkan ribuan tenaga kesehatan yang tersebar di berbagai institusi kesehatan di wilayah ini. Kami percaya bahwa dengan fasilitas yang lebih baik, universitas ini akan mampu menghasilkan lulusan yang lebih kompeten,” ujar Wakil Wali Kota.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Kendari menunjukkan bahwa alumni Program Studi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari mencakup 35 persen tenaga perawat dan 28 persen tenaga gizi yang bekerja di berbagai fasilitas kesehatan di kota ini. Kontribusi ini menjadikan universitas sebagai institusi pendidikan kesehatan terdepan di kawasan.
Pembangunan Infrastruktur Lanjutan
Peresmian gedung laboratorium ini merupakan bagian dari rencana pengembangan infrastruktur jangka panjang Universitas Muhammadiyah Kendari. Dalam tahun-tahun mendatang, kampus ini juga merencanakan pembangunan fasilitas tambahan, termasuk teaching hospital modern yang akan terintegrasi dengan program-program kesehatan.
“Kami tidak berhenti di sini. Target kami adalah menjadikan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai pusat pendidikan kesehatan dan penelitian kesehatan terkemuka di Indonesia timur dalam lima tahun ke depan. Investasi dalam infrastruktur fisik ini adalah langkah awal dari visi besar kami tersebut,” ungkap Rektor Prof. Dr. H. Muhammad Ridha Dahlan dalam sambutan penutupnya.
Universitas telah mengalokasikan dana anggaran tahun 2026 sebesar Rp 8 miliar untuk pembangunan Gedung Pusat Layanan Kesehatan Mahasiswa dan Karyawan, serta Rp 6 miliar untuk pembaruan fasilitas penunjang akademik di gedung-gedung yang sudah ada.
Keberlanjutan dan Ramah Lingkungan
Salah satu aspek penting dari desain gedung laboratorium adalah penerapan prinsip keberlanjutan lingkungan. Gedung ini dilengkapi dengan sistem water harvesting untuk menangkap air hujan, sistem pengolahan limbah laboratorium yang memenuhi standar lingkungan, dan penggunaan material ramah lingkungan dalam konstruksinya.
“Dalam melaksanakan misi pendidikan, kami tidak boleh melupakan tanggung jawab kepada lingkungan. Oleh karena itu, gedung laboratorium ini dirancang dengan standar green building. Kami menargetkan untuk menurunkan konsumsi energi sebesar 40 persen dibandingkan dengan gedung-gedung konvensional,” jelas Eng. Bambang Suryanto, M.Eng., Kepala Divisi Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari.
Respons Mahasiswa dan Dosen
Mahasiswa Program Studi Kesehatan memberikan respons sangat positif terhadap penyelesaian fasilitas baru ini. Dina Sari, mahasiswa tingkat ketiga Prodi Keperawatan, mengungkapkan kegembiraan dan harapannya.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya fasilitas ini. Sebelumnya, kami sering merasa terburu-buru dalam melaksanakan praktikum karena keterbatasan ruang dan waktu slot laboratorium. Sekarang, dengan laboratorium yang luas dan lengkap, kami dapat fokus pada pembelajaran tanpa tergesa-gesa. Saya yakin ini akan meningkatkan kualitas kompetensi kami sebagai perawat profesional,” ujarnya.
Respons serupa juga datang dari kalangan dosen. Dr. Hendra Kusuma, M.Kes., dosen senior Prodi Kesehatan Masyarakat, melihat kesempatan emas untuk mengembangkan metodologi pengajaran yang lebih inovatif.
“Dengan peralatan yang modern, saya dapat menerapkan pembelajaran berbasis problem solving dan evidence-based practice secara lebih efektif. Mahasiswa akan terbiasa menggunakan tools modern yang juga mereka akan gunakan nanti di praktik kerja,” katanya dengan antusiasme.
Penutup
Peresmian Gedung Laboratorium Terpadu Program Studi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 9 April 2026 menandai lompatan kualitatif signifikan dalam sejarah perkembangan institusi pendidikan kesehatan di Sulawesi Tenggara. Investasi senilai Rp 12 miliar ini bukan sekadar bangunan fisik yang megah, tetapi merupakan wujud nyata komitmen universitas terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian kesehatan.
Dengan fasilitas yang lengkap, modern, dan terintegrasi, Program Studi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam menghasilkan tenaga kesehatan profesional yang kompeten, serta mendorong kemajuan ilmu dan penelitian kesehatan di kawasan timur Indonesia. Langkah ini juga mencerminkan dedikasi Muhammadiyah sebagai organisasi sosial kemasyarakatan dalam memberikan pendidikan berkualitas yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Ke depannya, kesuksesan fasilitas baru ini akan diukur dari peningkatan capaian pembelajaran mah