Mahasiswa Program Studi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari Raih Prestasi Gemilang dalam Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026
Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Kesehatan, berhasil menciptakan momentum positif melalui penyelenggaraan Festival Olahraga dan Seni Budaya yang berlangsung selama dua minggu terakhir. Acara yang digelar sebagai bagian dari pengembangan karakter mahasiswa ini menampilkan berbagai cabang olahraga tradisional dan modern, serta pertunjukan seni budaya yang memukau ratusan penonton dari kalangan mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.
Festival yang dimulai sejak awal Maret 2026 ini menandai komitmen Program Studi Kesehatan dalam mengintegrasikan aktivitas fisik dan ekspresi seni sebagai bagian dari kurikulum pengembangan diri mahasiswa. Dengan tema “Sehat Jasmani, Kaya Rohani, Cerdas Intelektual,” acara tahunan ini telah menjadi salah satu agenda penting dalam kalender akademik Universitas Muhammadiyah Kendari.
Antusiasme Peserta dan Jangkauan Acara
Menurut data dari panitia penyelenggara, festival ini melibatkan lebih dari 800 mahasiswa Program Studi Kesehatan yang tersebar di berbagai tingkat akademik, mulai dari mahasiswa tahun pertama hingga tahun keempat. Selain itu, partisipasi juga terbuka bagi mahasiswa dari program studi lainnya di universitas yang sama, menciptakan ekosistem yang inklusif dan kolaboratif.
Cabang olahraga yang dipertandingkan mencakup voli, futsal, badminton, tenis meja, sepak bola, lari marathon, dan senam inovatif. Sementara itu, kompetisi seni budaya meliputi tari tradisional Sulawesi, vocal solo, paduan suara, fotografi, dan pameran karya seni rupa. Keberagaman ini mencerminkan upaya program studi untuk mengakomodasi berbagai minat dan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa.
“Kami melihat bahwa festival ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan wadah untuk membangun kebersamaan dan mengasah keterampilan non-akademik yang sangat penting bagi calon tenaga kesehatan,” ujar Siti Nurhaliza, Ketua Panitia Festival sekaligus mahasiswa tingkat akhir Program Studi Kesehatan, dalam sesi pembukaan acara pada Jumat, 7 Maret 2026.
Pencapaian Spektakuler di Bidang Olahraga
Dalam kategori olahraga, tim voli putri Program Studi Kesehatan mencuri perhatian dengan meraih juara pertama, mengalahkan tim-tim kompetitor dari program studi lainnya. Kemenangan ini dicapai melalui pertandingan final yang berlangsung sengit dengan skor 25-22 di set ketiga. Tim yang dipandu oleh pelatih profesional ini menunjukkan kerja sama tim yang luar biasa dan strategi bermain yang matang.
Prestasi lainnya juga datang dari divisi futsal putra yang berhasil meraih posisi kedua, serta atlet lari marathon Program Studi Kesehatan Dito Wardana yang menjadi pemenang kategori putra dengan waktu 1 jam 8 menit 32 detik. Pencapaian Dito mendapat apresiasi khusus mengingat rute marathon sejauh 21 kilometer menuntut stamina dan ketekunan yang tinggi.
“Saya sangat bangga bisa mewakili Program Studi Kesehatan dalam event ini. Persiapan yang dimulai sejak dua bulan lalu membuahkan hasil yang memuaskan. Setiap hari saya latihan pagi sambil mengelola beban kuliah dan praktik klinik. Ini membuktikan bahwa mahasiswa kesehatan bisa unggul di berbagai aspek,” kata Dito Wardana, mahasiswa tahun ketiga Program Studi Kesehatan, dengan senyuman lebar.
Dalam pertandingan badminton, mahasiswa Program Studi Kesehatan juga memperoleh medali perunggu di kategori ganda campuran, sementara untuk senam inovatif, kelompok yang terdiri dari 25 mahasiswa berhasil meraih penghargaan “Kreativitas Terbaik” atas koreografi yang unik dan relevan dengan tema kesehatan mental.
Ekspresi Seni Budaya yang Memukau
Tidak kalah menarik, rangkaian acara seni budaya juga menampilkan penampilan spektakuler yang mencerminkan kekayaan budaya lokal Sulawesi Tenggara. Pertunjukan tari tradisional Cakalele, tarian perang khas Maluku yang dipelajari dan diadaptasi oleh mahasiswa, mencuri applause panjang dari penonton. Kelompok tari yang terdiri dari 30 mahasiswa ini berhasil memadukan elemen tradisional dengan interpretasi modern, menciptakan pertunjukan yang memukau mata.
“Kami memilih tari Cakalele karena ingin menunjukkan bahwa mahasiswa kesehatan tidak hanya fokus pada teori dan praktik klinis, tetapi juga menghargai warisan budaya lokal kita. Setiap gerakan dalam tarian ini memiliki makna mendalam, dan kami berusaha untuk mengkomunikasikan pesan itu kepada penonton,” jelaskan Rahma Putri, ketua kelompok tari Cakalele sekaligus mahasiswa tingkat kedua Program Studi Kesehatan.
Dalam kompetisi vocal solo, mahasiswa Rizki Hermanto berhasil menyabet juara pertama dengan membawakan lagu “Laskar Pelangi” dalam aransemen yang artistik dan penuh emosi. Juri dalam kompetisi ini terdiri dari praktisi musik profesional dari Kendari dan sekitarnya. Sementara itu, paduan suara Program Studi Kesehatan meraih penghargaan kedua dengan membawakan medley lagu-lagu nasional yang stirring dan penuh semangat.
Di bidang fotografi, karya mahasiswa Asri Wijaya berjudul “Sentuhan Tangan Perawat” berhasil menjadi pemenang, menangkap momen intimate antara perawat dan pasien yang menunjukkan komitmen profesi kesehatan. Karya ini tidak hanya estetis secara visual tetapi juga memiliki pesan sosial yang kuat tentang pentingnya empati dalam pelayanan kesehatan.
Dukungan dan Arahan Pimpinan Kampus
Keberhasilan festival ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Dr. H. Bakri Muchtar, S.H., M.H., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Program Studi Kesehatan dalam menyelenggarakan acara ini.
“Festival olahraga dan seni budaya seperti ini adalah implementasi nyata dari visi universitas kami untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh, jiwa kepemimpinan, dan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya dan kesehatan. Saya melihat bahwa mahasiswa Program Studi Kesehatan telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa, dan ini adalah investasi untuk masa depan profesi kesehatan di Indonesia,” ujar Rektor Bakri dalam sambutannya pada acara penutupan festival pada Sabtu, 29 Maret 2026.
Senada dengan Rektor, Dr. Andi Mustari, M.Kes., Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan tempat Program Studi Kesehatan berada, juga memberikan penghargaan kepada seluruh panitia dan peserta. “Apa yang telah dicapai mahasiswa kami dalam festival ini menunjukkan bahwa mereka memahami pentingnya keseimbangan antara pengembangan profesional dan pengembangan karakter. Seorang tenaga kesehatan yang baik bukan hanya yang menguasai teori dan praktik, tetapi juga memiliki jiwa seni, spiritualitas, dan kepedulian sosial,” kata Dr. Andi Mustari.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Penyelenggaraan festival ini diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi mahasiswa Program Studi Kesehatan. Pertama, festival ini meningkatkan sense of belonging dan identitas komunitas Program Studi Kesehatan yang kuat. Mahasiswa merasa menjadi bagian dari keluarga besar yang saling mendukung dan menghargai.
Kedua, partisipasi aktif dalam kegiatan olahraga dan seni budaya terbukti meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa. Mengingat beban studi program kesehatan yang cukup berat, kegiatan ini menjadi outlet yang sehat untuk mengelola stres akademik dan praktik klinis.
Ketiga, festival ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan dan keterampilan organisasi. Para mahasiswa yang terlibat dalam panitia belajar tentang manajemen acara, komunikasi, dan koordinasi tim, keterampilan-keterampilan yang sangat berharga di dunia profesional.
Keempat, ekspresi seni dan aktivitas budaya membantu mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas dan berpikir kritis, aspek-aspek yang sangat penting dalam profesi kesehatan yang sering kali dihadapkan pada situasi dan tantangan yang kompleks.
Dr. Dian Ratna Sari, M.Kes., Ph.D., Kepala Program Studi Kesehatan, menyampaikan visi ke depannya. “Kami ingin festival ini tidak hanya menjadi acara tahunan yang dinanti-nantikan, tetapi juga menjadi jejak yang ditinggalkan oleh setiap angkatan mahasiswa. Kami juga berencana untuk mengintegrasikan hasil-hasil terbaik dari festival ini ke dalam dokumentasi akademik dan portfolio mahasiswa, sehingga dapat menjadi nilai tambah ketika mereka melamar kerja di berbagai institusi kesehatan,” ujar Dr. Dian Ratna Sari.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari telah menunjukkan bahwa mahasiswa program ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki talenta dan dedikasi dalam berbagai bidang olahraga dan seni. Pencapaian-pencapaian yang diraih selama festival ini adalah bukti nyata dari komitmen universitas dalam mengembangkan karakter mahasiswa secara holistik.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan komitmen mahasiswa yang tinggi, dapat diharapkan bahwa festival ini akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi pengembangan mahasiswa Program Studi Kesehatan di masa depan. Momentum positif ini juga menjadi inspirasi bagi program studi lainnya di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menyelenggarakan kegiatan serupa yang dapat mengasah keterampilan non-akademik mahasiswa mereka.
Para tenaga kesehatan profesional yang lahir dari Program Studi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat membawa nilai-nilai yang telah ditanamkan melalui berbagai kegiatan seperti festival ini ke dalam praktik profesional mereka kelak, sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berkualitas secara teknis tetapi juga bermakna secara manusiawi.